Peta Blog

Evaluasi Monitoring mingguan kegiatan Praktikum Entomologi Kedokteran

Sabtu, 19 Februari 2011
Ming
ke
Topik &
Substansi
Jenis
Kegiatan
Target
Capaian
> 75%
Capaian
50 - 75%
Capaian
< 50%
Kendala
Solusi

1
·       Pemeriksaan berbagai stadium nyamuk : telur, larva, pupa, imago Anopheles, Aedes, Culex, dan Mansonia
       

1.1    Identifikasi Sediaan awetan telur, larva, pupa, imago Anopheles
1.2    Identifikasi Sediaan awetan telur, larva, pupa, imgo Aedes aegypti dan aedes albopictus
1.3    Identifikasi Sediaan awetan telur, larva, pupa, imago culex
1.4    Identifikasi Sediaan awetan telur, larva, pupa, imago Mansonia


Mahasiswa mampu membedakan  ciri-ciri morfologis nyamuk Anopheles, Aedes, Culex, Mansonia stadium telur, larva, pupa, imago





2
Survey nyamuk di lapangan

2.1.  Koleksi stadium telur, larva, pupa, dan imago
2.2.  Pembuatan specimen telur, larv, pupa, imago
2.3.   Identifikasi telur, larva, pupa,imago dari hasil survey
2.4.   Menghitung kepadatan populasi vector DBD

Mahasiswa mampu melakukan koleksi dan identifikasi stadium telur, larva, pupa, imago secara mikroskopis, serta menghitung kepadatan populasi dan interpretasinya.






·       Pemeriksaan berbagai stadium lalat menghisap darah : telur, larva, pupa, imago Simulium, Phlebotomus, culicoides, tabanus, Chrysops, dan Stomoxys
·       Pemeriksaan stdium imago dan larva (spirakel posterior) lalat tidak menghisp darah

3.1.   Identifikasi Sediaan awetan  larva, pupa, imago Simulium
3.2.   Identifikasi Sediaan awetan telur, larva, pupa, imago Culicoides
3.3.   Identifikasi Sediaan awetan larva, pupa, imago Phlebotomus
3.4.   Identifikasi Sediaan awetan  imago Tabnus, Chrysops, dan Stomoxys
3.5.   Identifiksi sediaan awetan imago dn spirkel posterior larva Musca domestica
3.6.   dentifiksi sediaan awetan imago dan spirkel posterior larva Chrysomyia
3.7.   dentifiksi sediaan awetan imago dn spirkel posterior larva Sarcophaga


Mahasiswa mampu melngidentifikasi dan membedakan  lalat Simulium, Phlebotomus, Tabanus, Chrysops, Culicoides dan Stomoxys pada stadium imago. Mahasiswa mampu mengidentifikasi stadium imago dan spirakel posterior larva Musca domestica, Chrysomyia, dan Sarcophaga.





3
·       Pemeriksaan berbagai stadium lalat menghisap darah : telur, larva, pupa, imago Simulium, Phlebotomus, culicoides, tabanus, Chrysops, dan Stomoxys
·       Pemeriksaan stdium imago dan larva (spirakel posterior) lalat tidak menghisp darah

3.8.   Identifikasi Sediaan awetan  larva, pupa, imago Simulium
3.9.   Identifikasi Sediaan awetan telur, larva, pupa, imago Culicoides
3.10.Identifikasi Sediaan awetan larva, pupa, imago Phlebotomus
3.11.Identifikasi Sediaan awetan  imago Tabnus, Chrysops, dan Stomoxys
3.12.Identifiksi sediaan awetan imago dn spirkel posterior larva Musca domestica
3.13.dentifiksi sediaan awetan imago dan spirkel posterior larva Chrysomyia
3.14.dentifiksi sediaan awetan imago dn spirkel posterior larva Sarcophaga


3.1.Secara mikroskopis, dengan perbesaran 10x10, setiap mhs mengamati sediaan awetan:  bentuk msing-msing stadium dn tnd-tnd spesifiknya
3.2. menggambar dan mengidentifikasi tanda-tanda spesifiknya





4
·       Pemeriksaan stadium  imago Ordo Siphonaptera
·       Pemeriksaan stadium imago Ordo Anoplura
·       Pemeriksaan stadium imago Ordo Orthoptera
·       Pemeriksaan stadium imago ordo Hemiptra
·       Pemeriksaan stadium imago ordo Coleoptera


4.1.   Identifikasi Sediaan awetan  Ordo siphonaptera (Xenopsylla, Pulex irritans, Tunga penetrans, Ctenocephalides canis, Ctenocephalides felis)
4.2.   Identifikasi Sediaan awetan Ordo Anoplura (Pediculus h capitis, Pediculus h corporis, Phtirus pubis)
4.3.   Identifikasi Sediaan awetan Ordo Orthoptera(: (Periplaneta americana, Blatella germanica, Blatta orientalis).
4.4.   Identifikasi Sediaan awetan  Ordo hemiptera, Familia Cimicidae, dan Familia Reduviidae
4.5.   Identifiksi sediaan awetan imago Ordo Coleoptera (Tenebrio molitor, Paederus sp).


4.1. .Secara mikroskopis, dengan perbesaran 10x10, setiap mhs mengamati sediaan awetan:  Ordo Siphonaptera dan Anoplura
4.2. Secara makroskopis,, setiap mhs mengamati sediaan awetan:  Ordo  Orthoptera, Hemiptera, dan Coleoptera.
42.   menggambar dan mengidentifikasi tanda-tanda spesifiknya





5
Pemeriksaan stadium  imago Klas crustcea:a
·       Pemeriksaan stadium imago Ordo Decapod
·       Pemeriksaan stadium imago Ordo Eucopepoda
Pemeriksaan Klas Arachnida
·       Pemeriksaan stadium imago ordo Scorpioida
·       Pemeriksaan stadium imago Ordo Araneida
·       Pemeriksaan stadium imago Ordo Acarina (Ticks dan Mites)
Pemeriksan Klas chilopoda
Pemeriksn kla diplopoda

5.1.   Identifikasi Sediaan awetan  Ordo sDecapoda(Udang dan Kepiting)
5.2.   Identifikasi Sediaan awetan Ordo Eucopepoda: Cyclops sp, Mesocyclops aspericornis)
5.3.   Identifikasi Sediaan awetan Klas Arachnida, Ordo Scorpionida dan Araneid, dan Acarina (Ticks dan Mites)O
5.4.   Identifikasi Sediaan awetan Klas Chilopoda dan Diplopoda

.Secara mikroskopis, dengan perbesaran 10x10, setiap mhs mengamati sediaan awetan:  Klas Arachnida, Ordo Acarina Ticks dan Mites) dan Klas Crustacea, Ordo Eucopepoda
4.2. Secara makroskopis,, setiap mhs mengamati sediaan awetan Klas Arachnida, Ordo Scorpionida, dan Araneida) serta Klas Crustacea, Ordo Decapoda, Klas Chilopoda, dan Diplopoda





6
Koleksi dan pembutan specimen serta Kultur Tungau Debu Rumah
Dermatophagoides sp

Penjelasan ttng
·       Cara kultur invitro Dermatophagoides sp
·       Pembuatan preparat

Mhs mengetahui,
memahami dan dapat mengerja kan :
Cara kultur Dermatophagoides sp dan pembuatan preparat dan identifikasinya





7
Uji resistensi insektisid
Penjelasan tentang uji resistensi Organofosfat secara biokemis dan bioassay
Mhs mengetahui,
memahami dan dapat mengerja kan : uji resistensi Organofosfat secara biokemis dan bioassay






8
Inokulasi virus dengue pada nyamuk Toxorhynchites
Penjelasan cara inokulasi virus pada nyamuk
Mhs mengetahui,
memahami dan dapat mengerja kan  inokulasi virus dengue secara intra-torakal pada nyamuk Toxorhynchites sp






9
Identifikasi virus dengue pada nyamuk Toxorhynchites metode imunositokimia
Dan IFAT
Penjelasan cara pembuatan preparat head squash dan identifikasi virus dengue metode IFAT dan imunositokimia
Mhs mengetahui,
memahami dan dapat mengerja kan   cara pembuatan preparat head squash dan identifikasi virus dengue metode IFAT dan imunositokimia






Identifikasi virus dengue pada nyamuk Toxorhynchites metode RT-PCR
Penjelasan cara isolasi RNA virus dengue pada nyamuk dan identifikasinya dengan metode RT-PCR
Mhs mengetahui,
memahami dan dapat mengerja kan   cara isolasi RNA virus dengue pada nyamuk dan identifikasinya dengan metode RT-PCR





0 komentar:

Poskan Komentar